Aku DiMakamKan

Perlahan tubuhku ditutup tanah
Perlahan semua pergi meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri … menunggu keputusan

Kekasih belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Kawan dekat .. rekan bisnis … atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Kekasihku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Mereka menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,

Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini
menunggu perhitungan

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar
aku benar-benar harus sendiri

Tuhanku,
[entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat denganNya]

Jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
Jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milikMu
beberapa hari saja

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar
dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milikMu
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati
mereka

maafkan aku ayah dan ibu
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan kekasihku
untuk sungguh sungguh beramal soleh

Aku sungguh ingin bersujud dihadapMu,
bersama mereka ….
begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
Penuh kesia – siaan
Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali
Mengapa ku sia sia saja, waktu hidup yang hanya sekali itu
Andai ku bisa putar ulang waktu itu

Aku dimakamkan hari ini
Dan aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan

Advertisements

11 responses to this post.

  1. numpang mampir, nice poem

    Reply

  2. tak ada lagi harapan kecuali doa dari keluarga yang lillah dan iklhas, sangat sedih jika belum punya keturunan….

    Reply

  3. semua orang pasti akan megalaminya khan..??

    kira2 ada gak yang gak ngalamin kek gitu…heheheh

    *** tabik…….

    Reply

  4. waktu adalah hal sangat paling berharga

    Reply

  5. manfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan sampe kita diberdayai waktu.
    Ingat 5 sebelum datangnya 5.

    Reply

  6. Yaa Robb…
    merinding sambil baca
    Walaupun memang itu hal yang ga bisa kita hindari, tapi rasanya selalu dan selalu belum siap untuk menghadapinya

    Irhamna Ya Alloh… Irhamna…

    Reply

  7. wah, kembali ke jalan yg benar adalah hal yg terbaik. Thanks mba…

    Budi, postingan yang terakhir… Cara Untuk Cek Backlink Anda

    Reply

  8. akan datang hari
    mulut terkunci, kata tak ada lagi
    akan tiba masa tak ada suara
    dari mulut kita

    berkata tangan kita, tentang apa yang dilakukannya
    berkata kaki kita, kemana saja dia melangkah

    (ketika tangan dan kaki berkata – chrisye)
    .-= dian´s last blog ..Message for President =-.

    Reply

  9. ijin copas..

    Reply

  10. serem…mbayangin kalo nanti di alam kubur. nice post..
    anindyagitablog.blogspot.com

    Reply

  11. Innalillahi Wainnailaihi Roji’un… Semoga Semua Amal Ibadah dan Ilmu-ilmu yang Dishare Selama Ini Akan Menjadi Bekalmu Nanti ya Mbak. Al-Fatihaah…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: